Pesantren Modern Internasional Dea Malela kembali menyelenggarakan prosesi wisuda bagi siswa SMP dan SMA Dea Malela Tahun Pendidikan 2025/2026 dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Pada tahun ini, SMP Dea Malela mewisuda angkatan ke-8 yang mengusung nama Foremost Generation sebanyak 52 siswa, terdiri atas 26 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Sementara itu, SMA Dea Malela mewisuda angkatan ke-7 bernama The Zenorith Generation sebanyak 38 siswa, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Para wisudawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok, Bima, Dompu, Aceh, Maluku, Sulawesi, hingga mancanegara seperti Thailand dan Filipina. Keberagaman ini mencerminkan lingkungan pendidikan Dea Malela yang inklusif, multikultural, dan berwawasan global.
Dalam laporannya, Kepala SMP Dea Malela, Akhiruddin, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik dan pengembangan karakter sebelum dinyatakan lulus, di antaranya ujian tulis, ujian praktik, program self improvement, hingga yudisium.
Prestasi siswa SMP Dea Malela juga berhasil menorehkan capaian di tingkat internasional melalui ajang World Science Olympiad and Mathematics. Di antaranya: Nabila Putri Yusuf meraih medali perak, Putri Eira Nursal Sabila meraih medali perak, Zikra Sahfana meraih medali perunggu. Selain itu, sekitar 90% wisudawan SMP Dea Malela menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA Dea Malela.
Sementara itu, Kepala SMA Dea Malela, Roni Abdi Sabwan, S.Ld., Gr., M.Pd. menyampaikan bahwa para wisudawan telah mengikuti berbagai program unggulan seperti education trip dan ibadah umrah ke Arab Saudi dan Mesir, sidang makalah ilmiah, leadership training, serta Pre-Departure Orientation sebagai bekal menghadapi dunia perkuliahan dan kehidupan global. Siswa SMA Dea Malela juga menorehkan berbagai prestasi nasional dan internasional, di antaranya: Rizkia Hadianti dan Tiara Nuzula Ramadani menjadi pemakalah pada konferensi internasional yang diselenggarakan Universitas Islam Internasional Indonesia, MK Mulki Khatami meraih predikat Best Presenter pada konferensi internasional di Universitas Ahmad Dahlan, Ersya Putri Salsabila menjadi delegasi NTB pada National School Debating Championship (NSDC), Amelia Widianti lolos program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat melalui program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES).
Capaian akademik para lulusan juga tercermin dari diterimanya siswa-siswi Dea Malela di berbagai universitas ternama dunia, seperti:
University of York Inggris, Monash University Australia, University of Waikato Selandia Baru, University of Auckland, University of Edinburgh Skotlandia, hingga kampus-kampus di Amerika Serikat dan Australia. Tidak hanya itu, beberapa siswa juga diterima melalui program beasiswa ke Rusia serta tengah menjalani proses pendaftaran ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Pada kesempatan tersebut, pihak pesantren juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik SMP dan SMA Dea Malela berdasarkan capaian akademik, kedisiplinan, serta karya ilmiah terbaik. Para penerima penghargaan memperoleh apresiasi berupa beasiswa pendidikan dan tabungan pendidikan dari Yayasan Wakaf PMI Dea Malela.
Acara wisuda turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah dan nasional, di antaranya unsur Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Forum Pondok Pesantren Alumni Gontor, akademisi, serta para wali santri.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin, dalam pesannya menyampaikan bahwa pendidikan pesantren bukan hanya bertujuan mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan kepemimpinan umat. Beliau menegaskan bahwa Dea Malela hadir untuk melahirkan generasi muslim yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Jadilah generasi yang membawa manfaat, menjaga akhlak, serta terus belajar dan berkarya untuk dunia,” pesan beliau kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Prof. Din Syamsuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua, guru, ustaz, ustazah, serta semua pihak yang telah membersamai proses pendidikan para santri hingga mencapai titik keberhasilan hari ini. Menurutnya, keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari sinergi pendidikan keluarga, pesantren, dan masyarakat dalam membentuk generasi masa depan yang unggul dan berintegritas.
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *