PMI Dea Malela Dorong Pelestarian Budaya Lewat Grand Final Lomba Cipta Lagu Samawa 2026
Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela sukses
menyelenggarakan Grand Final Lomba Cipta Lagu Samawa (LCLS) 2026 pada Minggu, 1
Februari 2026, bertempat di Auditorium Sang Surya. Acara dibuka dengan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Himne Dea
Malela, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri PMI Dea Malela, Keysa
Fadhillah dan Ashabul Kahfi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian
Kebudayaan Republik Indonesia, Ibu Frida Lucyana, Bupati Sumbawa yang diwakili
oleh Sekretaris Daerah, Bupati Sumbawa Barat yang diwakili oleh Staf Ahli,
serta masyarakat, wali santri, dan seluruh santri PMI Dea Malela.
Acara
secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, selaku Pengasuh PMI Dea
Malela. Dalam sambutannya, Prof. Din menyampaikan bahwa Lomba Cipta Lagu Samawa
merupakan bentuk pengabdian PMI Dea Malela kepada tana dan tau Samawa. Meskipun
dirancang sebagai pesantren bertaraf internasional dengan santri dari berbagai
daerah dan mancanegara serta alumni yang tersebar di berbagai negara seperti
Rusia, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir, PMI Dea Malela tetap
berkomitmen menjaga dan mengembangkan budaya lokal tempat pesantren ini
berdiri, yaitu Tana Samawa Intan Bulaeng.
Lebih
lanjut, Prof. Din menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang
kedua yang rutin dilaksanakan setiap bulan Februari. Ajang ini menjadi wadah
untuk menampilkan kreativitas para seniman dan pencipta lagu Samawa. Pada
kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, PT Amman
Mineral Nusa Tenggara, berbagai perusahaan, perorangan, serta secara khusus
kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas dukungan dan
partisipasinya dalam menyukseskan acara ini.
Dewan
juri LCLS 2026 terdiri atas Layuk Irwansyah, Apang Gafar, Jahon Samawa, Yanto
Icak, dan Doro Samasta. Selain itu, turut hadir juri nasional yang memberikan
penilaian, yakni Cici Paramida, Iis Dahlia, Dwiki Dharmawan, dan Dewi Gita. Pada malam
Grand Final, sebanyak 10 seniman, pencipta, dan penyanyi lagu Samawa
menampilkan karya terbaik mereka, yaitu:
- Main Pok –
cipta Ardo Sangkilang
- Pangaji Samawa –
cipta Oby Pamungkas
- Parenti –
cipta Deden Hidayat
- Alam Samawa –
cipta Yayan Sumaryadi
- Kemang Saketa –
cipta ZFR Datu Melong
- Sampong Kasuka –
cipta Is Talonang
- Pakek Torok –
cipta Iwe S. Ketanga
- Tuter Dea Malela –
cipta Abby Vania
- We Love Samawa –
cipta Arsis Prabujaya
- Sosong Katelas –
cipta Juang Jayadi
Acara
juga dimeriahkan oleh penampilan Band Putra Dea Malela yang beranggotakan Mukarram
(drum), Anta (gitar), dan Adit (vokal). Sebelum pengunguman juara, Menteri
Kebudayaan yang diwakili oleh Ibu Frida Lucyana mengucapkan terimakasih kepada
segenap panitia atas terselenggaranya lomba cipta lagu sumbawa ditengah arus modernisasi
yang membuktikan bahwa nilai dan kreativitas dapat berjalan beriringan. Beliau berpesan
teruslah berkarya, lagu sumbawa memiliki karakter yang khas, yaitu keras serta
melodi yang kuat yang memiliki magis yang dapat menarik siapapun. Berdasarkan hasil
penilaian dewan juri, Juara III diraih oleh Iwe S. Ketanga dengan lagu Pakek
Torok, Juara II diraih oleh Ardo Sangkilang dengan lagu Main Pok,
dan Juara I diraih oleh Oby Pamungkas dengan lagu Pangaji Samawa. PMI
Dea Malela mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Cipta Lagu Samawa
2026. Kepada seluruh peserta, semoga semangat berkarya senantiasa tumbuh demi
menjaga dan mamjukan khazanah budaya Samawa.
PMI Dea Malela
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *