Disambut Apel Hizbul Wathan, Wamenristekdikti Prof. Stella Tekankan Nalar Kritis
Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela menggelar Apel Pandu Hizbul Wathan dalam rangka menyambut kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indoensia, Prof. Stella Christie, Ph.D., bersama suami, Prof. Bartlomiej Czech, Ph.D. Apel tersebut turut menghadirkan Prof. Din sebagai pembina apel bersama Prof. Stella. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Janji Hizbul Wathan, dilanjutkan dengan amanat dari para pembina apel, serta penutup.
Dalam amanatnya, Prof. Din menegaskan bahwa kegiatan Hizbul Wathan di Dea Malela merupakan bagian integral dari pendidikan nilai dan pembentukan karakter. Beliau menyampaikan bahwa santri tidak hanya dipersiapkan sebagai calon ilmuwan masa depan, tetapi juga sebagai pribadi yang tangguh, berwatak kuat, dan berintegritas. Lebih lanjut, Prof. Din menekankan pentingnya nilai perdamaian dan persaudaraan sebagaimana terkandung dalam Undang-Undang Hizbul Wathan. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan kondisi global saat ini, di mana konflik dan kekerasan masih terjadi akibat keserakahan, kezaliman, dan kebencian antarmanusia. Menurutnya, nilai persaudaraan universal sebagaimana tertuang dalam Dokumen Persaudaraan Manusia (Human Fraternity) yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Grand Syekh Al-Azhar pada 4 Februari 2019, harus menjadi pijakan moral bagi generasi muda.
“Umat manusia, apa pun agama, ras, bangsa, dan sukunya, pada dasarnya adalah bersaudara. Karena itu, budaya bullying, saling menghina, dan merendahkan tidak boleh menjadi bagian dari kepribadian anggota Hizbul Wathan,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap anggota Hizbul Wathan harus menjaga kesucian hati, pikiran, dan perbuatan, serta menjauhi sikap benci, hasad, dan dengki. Hizbul Wathan diharapkan menjadi sarana pembinaan santri agar berakhlak mulia, disiplin, beretika, tangguh, serta responsif terhadap tantangan zaman.
Prof. Stella Christie, dalam amanatnya menekankan pentingnya pengembangan nalar dan kemampuan berpikir kritis sebagai anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan secara optimal. Beliau mengapresiasi lingkungan pendidikan di PMI Dea Malela yang dinilai mendukung santri untuk terus belajar, berpikir, dan berkembang.
“Tuhan memberikan kepada kita kemampuan bernalar untuk memahami ciptaan-Nya. Saya yakin santri di sini terus dilatih untuk berpikir, menghargai satu sama lain, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Prof. Stella.
Beliau juga mengingatkan para santri untuk menghargai kesempatan belajar yang dimiliki, mengingat tidak semua anak seusia mereka memiliki akses terhadap lingkungan pendidikan yang kondusif dan damai. Prof. Stella mendorong santri untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak menyia-nyiakan waktu selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Manfaatkan setiap kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang, agar kelak menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Apel Pandu Hizbul Wathan ditutup dengan berbagai penampilan dari santri PMI Dea Malela, di antaranya Dea Malela Drum Corps, Tapak Suci, serta Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB).
PMI Dea Malela
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *